Ilmu kalam Filsafat dan Tasawuf ,adalah tiga macam ilmu yang mempunyai perbedaan yang hampir mirip dalam pengkajianya .
*Objek kajian ilmu Kalam adalah ,ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan denganya.
*Objek kajian Filsafat adalah ,masalah ketuhanan juga disamping masalah alam ,manusia
dan segala sesuatu yang ada .
*Objek kajian ilmu tasawuf adalah “Tuhan” ,yaitu upaya-upaya pendekatan terhadapNya.
Jadi dari aspek Objeknya ketiga Ilmu tsb sama-sama
membahas masalah yang berkaitan dengan ketuhanan.Baik ilmu Kalam
,Filsafat dan Tasawuf .
Ilmu kalam dan metodenya mencari kebenaran tentang Tuhan dan yang
berkaitan denganNya .Filsafat ,dengan wataknya mencari kebenaran, baik
tentang Alam maupun manusia,ataupun tentang tuhan .Ilmu Tasawuf juga
berusaha mecari kebenaran dengan perjalanan spiritual (rouhaniyah)
menuju Allah s.w.t.
Perbezaan ilmu Kalam Falsafah Dan Tasawuf
Perbedaan antara ilmu Kalam , Filsafat dan tasawuf .terletak pada aspek metodologinya
Ilmu Kalam
selain menggunakan argumentasi Naqliyah (Al-Qur’an dan Hadits) ,juga
menggunakan metode Jadaliah (dialegtika) yang dikenal degan “Dialog
keagamaan” .
sementara itu
Ilmu Filsafat ,
adalah
Ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran Rasional ,dan metode yang
digunakan adalah metode rasional .tidak berkait dengan appun kecuali
logika . suatu kebenaran yang diukur dengan kesesuaian yang ada dalam
rasio dengan kenyataan yang sebenarnya.kebenaran ini yang dinamakan
dengan kebenaran korespondensi .
sedangkan
Ilmu Tasawuf
adalah ilmu yang lebih menekankan rasa daripada Rasio , dan ilmu
Tasawuf adalah Ilmu yang prosesnya diperoleh dari rasa ,ilmu Tasawuf
bersifat sangat subjektif ,yakni sangat terkait dengan pengalaman
seseorang .sebab itulah bahasa Taswuf terkadang tampak aneh bila dilihat
dari aspek rasio ,hal ini karena pengalaman rasa sangat sulit untuk
dibahasakan .
Pengalaman rasa lebih mudah dirasakan langsung oleh orang yang ingin
memperoleh kebenaranya dan mudah digambarkan dengan bahasa lambang ,
sehingga sangat interpretable (dapat di interpretasikan bermacam-macam)
dan sebagian pakar mengatakan bahwa metode Tasawuf adalah Instuisi atau
Ilham ,atau inspirasi yang datang dari Tuhan .dan kebenaran yang
dihasilkan ilmu tasawuf dikenal dengan istilah kebenaran Hudhuri , yaitu
suatu kebenaran yang objeknya datang dari dalam diri subjek sendiri .
Titik Singgung Antara Ilmu Kalam Dan Ilmu Tasawuf.
Ilmu Kalam
sebagaimana telah disebutkan ,merupakan disiplin
ilmu keislaman yang mengedepankan pembicaraan tentang
persoalan-persoalan kalam Tuhan .Persoalan-persoalan Kalam ini biasanya
mengarah pada diskusi yang mendalam dengan dasar-dasar argumentasi, baik
secara Rasional (Aqliyah) maupun Naqliyah . Argumentasi rasional yang
dimaksudkan adalah landasan pemahaman yang cenderung menggunakan metode
berfikir Filosofis .Sedangkan argumentasi Naqliyah biasanya bertendensi
pada argumentasi berupa dalil-dalil Qur’an dan Hadits .
Ilmu Kalam sering menempatkan dirinya pada kedua pendekatan ini (Aqli
dan Naqli). Jika pembicaraan Ilmu Kalam ini hanya berkisar pada
keyakian-keyakinan yang harus dipegang oleh Umat Islam ,tanpa
argumentasi rasional ,maka ilmu ini lebih spesifik mengambil bentuk
sendiri dengan istilah atau nama Ilmu Tauhid.
Pembicaraan materi yang tercakup dalam ilmu Kalam ,terkesan tidak
menyentuh Dzauq (rasa spiritual) . misalnya , Ilmu tauhid menerangkan
Bahwa Allah mempunyai sifat Sama’ (mendengar) ,Bashar (melihat) , Kalam
(berbicara) ,Iradah (berkehendak) ,Qudrah (berkuasa) ,Hayat (hidup)
,dan sebagainya .namun ilmu Kalam atau ilmu Tauhid ,tidak mampu
menjelaskan tentang ,bagaimana seorang hamba ,dapat merasakan langsung ,
bahwa Allah mendengar dan melihatnya , dan bagaimana juga seorang Hamba
merasakan kenikmatan dan kekhusukan ketika membaca Al-Qur’an , Dan
bagaimana seorang merasakan bahwa segala sesuatu yang tercipta merupakan
pengaruh dari Qudrah (Kekuasaan Allah) ?.
Pertanyaan-pertanyaan ini sulit terjawab ketika hanya melandaskan
diri pada Ilmu tauhid atau Ilmu Kalam ,dan biasanya yang membicarakan
tentang penghayatan hingga sampai pada penamaan kejiwaan manusia ,adalah
ilmu Tasawuf.
Disiplin inilah yang membahas bagaimana merasakan nilai-nilai Aqidah
dengan memperhatikan bahwa persoalan tadzawwuq ((bagaimana merasakan)
tidak saja dalam permasalahan perkara-perkara yang sunnah atau sesuatu
yang mustahab (dianjurkan) , justru akan menemukan perkara-perkara yang
diwajibkan .
Assunnah (Al-hadits) memberikan perhatian yang begitu besar terhadap
masalah Tadzawwuq ini ,hal ini tampak pada Hadits Rasulullah s.a.w. yang
dikutip dari sahabat Said :
ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا (الحديث)
Artinya:
Akan mampu merasakan Iman kepada Allah s.w.t. ,orang yang ridha
menjadikan Allah sebagai Tuhanya ,ridha menjadikan Islam sebagai
agamanya ,dan ridha menjadikan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulnya .
Dan dalam Hadits yang lain Rasulullah s.a.w. pun pernah mengungkapkan :
ثلا ثة من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان : أن يكون الله ورسوله احب اليه مما سواهما ،
ان يحب المرء لا يحبه الا لله ، ان يكره ان يعود الى الكفر كما يكره ان يقذف في النار .
Artinya :
Ada tiga hal yang menyebabkan seseorang dapat merasakan manisnya Iman
: Orang yang mencintai Allah dan Rasulnya melebihi kecintaanya pada
apapun ,Orang yang mencintai Hamba karena Allah , dan Orang yang takut
kembali pada kekufuran ,seperti ketakutanya untuk dimasukkan ke dalam
neraka .
Pada ilmu Kalam ditemukan pembahasan Iman dan defenisinya ,kekufuran
dan manifestasinya ,serta kemunafikan dan batasanya . Adapun didalam
Ilmu Taswuf ditemukan pembahasan jalan atau metode praktis ,untuk
merasakan keyakinan dan ketenangan bathin serta usaha menyelamatkan diri
dari kemunafikan .
Dalam kaitannyaa dengan Ilmu kalam ,ilmu tasawuf berfungsi sebagai
pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam .Penghayatan yang
mendalam lewat hati (dzauq)terhadap Ilmu tauhid atau Ilmu Kalam,
menjadikan ilmu ini lebih terhayati atau teraplikasikan dalam perilaku
.dengan demikian ,maka Ilmu Tasawuf merupakan penyempurna Ilmu Tauhid
jika dilihat bahwa Ilmu Tasawuf merupakn sisi terapan rohaniyah dari
Ilmu Tauhid .
Ilmu Kalam pun berfungsi sebagai pengendali Ilmu Tasawuf . oleh
karena itu jika timbul suatu aliran ataupun kepercayaan yang
bertentangan dengan aqidah Islam, atau muncul suatu kepercayaan yang
tidak sesuai dengan Al-qur’an dan Hadits, atau tidak pernah diriwayatkan
oleh para Ulama-Ulama yang sholeh, atau keluar dari sesuatu yang
dianggap baik oleh Islam dalam penerapanya dimasyarakat (Bid’ah hasanah)
.maka merupakan suatu penyelewengan .karena didalam pembagianya,
sesuatu yang baru (Bid’ah) itu terbagi menjadi dua
Hasanah dan
Dholalah jika sesuatu yang baru muncul ,dan dianggap baik oleh agama ,maka masuk didalam pembagian
Bid’ah Hasanah ,dan jika muncul sesuatu yang baru ,dan tidak dianggap baik oleh agama maka masuk masuk dalam pembagian
Bid’ah Dholalah ,dan itu merupakan suatu penyelewengan .
Selain itu ilmu Taswuf memiliki fungsi sebagai pemberi kesadaran
spiritual dalam perdebatan-perdebatan ilmu Kalam ,sebagaimana disebutkan
bahwa ilmu kalam didalam dunia Islam ,cenderung menjadi sebuah Ilmu
yang mengandung muatan rasional ,disamping muatan Naqliyah .Dan hal ini
jika tidak diimbangi dengan kesadaraan spiritual ,maka Ilmu Kalam bisa
bergerak kea rah yang lebih liberal dan Independen ,disinilah ilmu
Tasawuf berfungsi memberikan muatan spiritual ,terhadap pemikiran yang
kering dari kesdaran penghayatan atau sentuhan secara
qalbiyah (hati).
Dalam pengamalanya Ilmu Tasawuf memiliki pengaruh yang besar dalam
ketauhidan misalnya ,jika seseorang tidak memiliki rasa sabar ,maka
muncullah sifat sombong ,jika sifat syukur tidak ada ,maka muncullah
sifat kufur ,dan sebagainya ,jika seperti ini yang terjadi , lahirlah
kegelapan sebagai reaksi dari sifat-sifat tsb .Begitu juga Ilmu tauhid
,dapat memberikan kontribusi kepada ilmu Tasawuf .Misalnya jika cahaya
Ilmu tauhid telah lenyap, akan timbul penyakit-penyakit qolbu ,semisal
ujub ,riya’ congkak ,dengki ,hasud ,sombong dan sebagainya .Andaikan
manusia sadar bahwa semua yang ada dalam kehidupanya ini adalah
pemberiaan Allah ,niscaya tidak akan ada sifat sombong ,congkak ,dan
penyakit-penyakit qolbu yang lainya .Kalau saja seorang manusia tahu
posisi penghambaan dirinya kepada Allah ,maka tidak akan ada rasa
sombong ,kalau saja Dia sadar bahwa Dia betul-betul merupakan Hamba
Allah ,niscaya tidak akan ada perebutan kekuasaan .Dan kalau saja
manusia sadar bahwa Allah lah yang pencipta segala sesuatu ,niscaya
tidak akan ada sifat Ujub dan riya’ .
Dari sinilah kita dapat mengetahui bahwa Ilmu Tauhid merupakan
jenjang pertama dalam pendakian menuju pengenalan kepada Allah bagi
Kaum Sufi .Dengan Ilmu Tasawuf , semua persoalan yang ada dalam kajian
Ilmu Tauhid ,akan terasa lebih bermakna ,tidak fakum tetapi lebih
dinamis dan aplikatif .
Maka dari itu mempelajari Ilmu tasawuf adalah sesuatu yang sangat
baik ,dan bahkan dibutuhkan untuk pengenalan dan pendekatan diri kepada
Allah s.w.t.
Asal Mula Nama Tasawuf.
Sesungguhnya inti dari ajaran Islam yang benar adalah ,mengikuti apa
yang dibawa oleh Junjungan dan Penghulu Kita Nabi besar Muhammad s.a.w.
,ajaran yang datang dari Allah s.w.t. dengan memperhatikan dan
mengimaninya ,dan ajaran-ajaran Islam dari Rasululllah s.a.w. telah
disampaikan kepada Kita ,oleh para Sahabat-Sahabat Beliau yang telah
mengambil Ilmu Syareat dari Nabi Muhammad s.a.w. ,dan begitu pula
orang-orang yang telah mengambil Ilmu syareat dari mereka (para Sahabat)
,yang telah mengikuti mereka ,dan hidup satu masa dengan mereka ,yang
menamakan mereka dengan
At-tabi’in .
Mereka adalah orang-orang yang berteman orang-orang yang telah
menemani Rasulullah s.a.w. dalam masa Beliau ,dan mereka telah
mendapatkan warisan Nabi ,yang berupa ilmu syareat . lalu para
Taabi’in
mengambil ilmu dari mereka ,kemudian mereka membukukan Ilmu-ilmu
Syareat tsb ,kemudian para Ulama-ulama setelah mereka mengambil
sebahagian Ilmu syareat itu secara Khusus .
Diantara mereka ada yang mengambil secara Khusus ilmu Hadits
Nabawiyah ,hingga menjadi seorang Ahli Hadits (al-Huffadz) ,dan ada
pula yang khusus mengambil Ilmu Alat , seperti ilmu Nahwu ,Sorof dan
Balaghah .ada yang mengambil secara khusus Ilmu Tafsir , Fiqih ,Tarbiyah
,Suluk dan Amal .Dan Ilmu-Ilmu yang telah diambil tersebut telah
dibukukan dan dinamakan dengan istilah yang bermacam-macam .
Orang yang Ahli di dalam Ilmu hadits disebut dengan Istilah
Muhaddits ,yang Ahli dalam Ilmu Nahwu disebut
Nahwiiy ,yang Ahli dalam Ilmu tafsir disebut
Mufassir ,yang Ahli dalam Ilmu Fiqih disebut
Faqih ,dan yang Ahli dalam Ilmu Tarbiyah dan mencari jalan menuju Allah ,disebut dengan Istilah
Sufy .
Dan semua nama-nama ini tidak ada sebelumnya pada zaman Rasulullah
s.a.w. ,dan itu semua hanyalah Istilah-istilah atau nama-nama untuk Ilmu
syareat yang dibawa oleh Baginda Besar Nabi Muhammad s.a.w. ,dan
setiap orang yang menamakan dirinya dengan nama-nama tsb ,maka Dia tidak
keluar dari agama Islam .Dan tidaklah setiap nama atau sifat yang tidak
ada didalam Al-qur’an atau didalam hadits ,tidak diperbolehkan atau
diharamkan untuk memakainya sebagai nama ,akan tetapi diperbolehkan
secara syareat ,bahkan Allah telah menamakan orang-orang muslimin di
dalam Alqru’an dengan sebutan yang bermacam-macam diantaranya
(As-sabiqiin ,Al-Muqarrabiin ,As-shodiqin ,As-syuhadaa’ …) dan setiap
nama-nama tsb mempunyai kata asal
Isytiqaq (mausuu’ah yususfiyah.9-10)
Dan inilah pendapat para Ulama-Ulama dalam mengartikan Ilmu tasawuf :
قال القاضي شيخ الإسلام زكريا الأنصاري رحم الله تعالى ( التصوف علم
يعرف به أحوال تزكية النفوس وتصفية الأخلاق وتعمير الظاهر والباطن لنيل
السعادة الأبدية ) هامش الرسالة القشيرية
Al-Qadhi As-Syeich Zakaria Al-Anshari berkata :Ilmu tasawuf adalah
ilmu yang dapat menunjukkan keadaan bersihnya hati seorang manusia ,dan
penjernihan perilaku ,dan menggerakkan dhahir dan bathin (tubuh dan
hati) untuk beribadah kepada Allah s.w.t. untuk meraih kebahagiaan yang
abadi (
Hamisy Risalah Al-Qusyairiyah)
وقال معروف الكرخي : (التصوف الأخذ بالحقائق واليأس مما في أيدي الخلائق )عوارف المعارف 313
Ma’ruf Al-Kurkhi berkata : Ilmu tasawuf adalah ,mengambil
kebenaran seluruh ajaran syareat dan berputus asa dari pengharapan
terhadap makhluk .
Disebutkan Ilmu tasawuf dinisbatkan kepada pakaian
Suuf (wool) ,dikarenakan dahulu orang-orang Sufi sangat gemar memakainya ,dan itulah bentuk ciri khas mereka .
Dikatakan kalimat Sufi diambil dari kata
As-Saff ,yang berarti barisan ,karena mereka adalah orang yang berada di barisan
Saff pertama dihadapan Allah s.w.t. ,dengan tingginya semangat dan tujuan mereka untuk mendekat kepada Allah .
Dikatakan terambil dari kata
As-soffah ,nama suatu kelompok para sahabat Rasulullah s.a.w. ,dinamakan dengan sebutan
Sufi karena Dia cenderung mengikuti mereka , sebagaimana yang disebutkan oleh Allah :
Dan bersabarlah dirimu bersama orang-orang yang berdoa memohon kepada Tuhan mereka….dan dari sini ditemukan bahwa kalimat Sufi bukan terambil dari bentuk kalimatnya ,akan tetapi terambil dari maknanya ,karena
Ashabu As-Soffah ,mereka adalah generasi pertama dari golongan kelompok
Tasawuf
, karena kehidupan mereka murni Ibadah kepada Allah s.w.t ,dan mereka
adalah contoh yang tinggi bagi orang-orang yang mengikuti ajaran Tasawuf
yang datang setelah masa-masa setelahnya .
Dikatakan juga terambil dari kata
Assuufah ,karena orang yang
Sufi dan mengabdikan dirinya kepada Allah ,bagaikan kain yang terhampar
tidak memiliki kekuatan sedikitpun di hadapan Allah dalam menerima
ketentuan dari Nya .Al-Imam Qusyairy berkata : tidak ada bukti yang
pasti bahwa nama ini terambil dari salah satu kalimat atau kata tertentu
di dalam Bahasa Arab ,dan yang lebih jelas ,kalimat Tasawuf seperti
suatu julukan (laqab) ,yang tidak ada kata asalnya ,dan digunakan
sebagai nama bagi orang-orang yang berada di dalam kelompok ini ,untuk
membedakan dari kelompok yang lain
(mausuu’ah yususfiyah..11)
Ilmu Tasawuf Dan Perkembanganya.
Diantara perkara-perkara yang membebani pikiran masyarakat Muslimin
pada zaman mulai munculnya ilmu Tasawuf adalah ,banyaknya orang-orang
yang terkenal sifat
wara’ dan taqwanya ,tidak menemukan di dalam
Ilmu Kalam sesuatu yang dapat memenuhi kepuasan hati mereka ,yang
merasakan cinta yang besar kepada Allah ,lalu mereka menempuh jalan
melalui Zuhud ,dan menjauhkan diri dari dunia serta menghabiskan umur
di dalam Khidmah pada Allah .semata-mata untuk memperoleh kecintaan
Allah ,dan saat itu pula mereka dinamakan dengan orang-orang
Sufi .(Tarikh al-islam ./3.220)
Orang yang pertama kali menggunakan nama Sufi adalah Abu Hasyim
,seseorang yang dilahirkan i kota Kuufah ,dan menghabiskan sebagian
besar usianya di negeri Syam , dan meninggal dunia pada tahun 150 H.
Dan Orang yang pertama kali memberikan pengertian tentang Ilmu
Tasawuf dan menjelaskanya adalah ,Dzunn Nun Al-Misry yang meninggal pada
tahun (245 H) ,murid dari Imam Malik ,sedangkan yang menjabarkanya dan
merincikanya serta menyebar luaskan , adalah Al-Junaid Al-baghdady yang
wafat pada tahun (334 H) .
Kalimat Tasawuf adalah sebuah Julukan yang digunakan sebagai Istilah
oleh sebagian besar orang ,yang diberikan kepada seorang Muslim yang
berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah ,dan diantara orang yang
diketahui menerapkan Ilmu Tasawuf ,di masa permulaan Islam adalah ,Abu
Dzar al-Ghiffari R.A. ,dan saat itu , hanya Dialah seorang yang
menggunakan sifat seorang Sufi ,diantara sekian banyak shabat Rasul yang
lain .Hidup sendiri dan Meninggal dalam keadaan sendiri , sebagaimana
yang telah di kabarkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. ,dan diantara mereka
Sayyidina Hudzaifah Ibn Al-Yaman dan Sayyidina Salman Al-Farisi ,mereka
adalah orang-orang yang hidup dengan memakan hasil jerih payah sendiri .
Kemudian datang setelah mereka Al-Hasan Al-Bashry yang memberikan
nasehat-nasehat dan petunjuk bagi manusia menuju Allah s.w.t. ,dan telah
mengambil ilmu darinya orang-orang yang besar yang dikenal didalam Ilmu
Tasawuf ,diantaranya adalah Malik ibn Dinar , lalu datang setelahnya
Ibrahim ibn Adham ,kemudian Al-Junaid Alqusyairy ,Dzun Nuun Al-Misry .
Dan pokok ajaran dari Ilmu Tasawuf adalah , Aqidah (keyakinan) yang
benar , Akhlak yang baik ,Mujahadah dan Da’wah .sedangkan sebagai sumber
dan kekuatanya adalah
Islam Iman dan Ihsan yang
berlandaskan Muraqabah (kewaspadaan) ,Musyahadah (menyaksikan) dan
Mutaba’ah mengikuti Al-Qur’an dan As-sunnah ,dan tujuanya adalah
menghilangkan dari hati semua sifat-sifat yang buruk ,dan mengisinya
dengan kebaikan melalui cara dan jalan Taat kepada Allah dan Rasulnya
,melawan hawa nafsu ,serta memperbaiki hati dan mengutamakan orang lain .
Para pengikut ajaran yang mulia ini telah melalui beberapa masa ,di
dalam penamaanya dengan nama-nama yang tertentu ,hingga akhirnya
ditetapkan dengan nama
tasawuf .hal ini sebagaimana dikatakan oleh Syeich Abu Al-Qasim Al-Qusyairy di dalam kitabnya yang sudah banyak dikenal
Risalatul Qusyairiyah
: Ketahuilah wahai saudaraku yang dimuliakan Allah ,bahwa orang-orang
muslimin setelah Rasulullah s.a.w. ,para orang-orang Mulia diantara
mereka tidak pernah menggunakan nama bagi diri ataupun kelompok mereka
dengan nama tertentu ,kecuali hanya satu nama ,yaitu
As-sohabah dan
ketika datang generasi kedua ,maka dinamakan orang-orang yang berteman
dan Hidup dengan salah seorang dari Sahabat Rasulullah s.a.w. dengan
sebutan
At-tabi’in . dan mereka menganggap itu adalah suatu nama
yang paling mulia diantara sebutan dan nama-nama yang lain . Kemudian
orang-orang setelah mereka disebut dengan Tabi’i at-tabi’in (para
pengikut Tabi’in) ,lalu tingkatan-tingkatan mereka berbeda dan tampak
pada masing-masing orang .Orang yang mempunyai perhatian khusus dan
lebih terhadap agamanya ,mereka disebut dengan
Az-Zuhhad (orang-orang yang Zuhud) dan
Ubbad
(orang-orang yang ahli Ibadah) ,setelah itu muncullah hal-hal yang baru
,dan ppengakuan-pengakuan diantara kelompok-kelompok ,setiap kelompok
mengaku bahwa mereka adalah orang-orang Zuhhad maka orang-orang dari
Ahlu As-Sunnah yang memperhatikan hubungan mereka dengan Allah ,yang
selalu menjaga hati-hati mereka dari kelalaian kepada Allah ,menamakan
Ilmu dan perilaku mereka dengan sebutan
Tasawuf , dan nama ini menjadi berkembang dan dikenal bagi mereka orang-orang yang mulia ,di masa dua ratus tahun setelah Hijriyah .
Dan yang pertama kali membangun dan mendirikan ajaran Tasawuf
,sebagian dari para Sahabat Abdul wahid ibn Zaid ,yang merupakan salah
satu dari sahabat Imam Al-hasan Al-bashry .Dia hidup di kota Bashrah
dengan Zuhud ,Ibadah dan rasa takut yang tinggi kepada Allah ,dan
sifat-sifat baik semacam itu ,yang tidak ada dimiliki oleh manusia pada
umumnya ,dan Al-allamah Muhammad Karad yang semoga dimuliakan Allah Dia
berkata : orang yang pertama kali menggunakan nama sebagai seorang
Sufiy
dari kalangan Ahlu ssunnah adalah Abu Hasyim As-shufi ,yang meninggal
pada tahun 150 H. Dia adalah seorang ahli Ibadah ,yang mampu
berkata-kata dengan baik dan mahir dalam brsya’ir ,seperti yang telah
disebutkan oleh para Huffadh ,semisal Hasyim al-awqas dan Soleh ibn
Abdullah Al-Jalil
(Al-islam wal hadharah al-arabiyyah.2/31)
Pada Hakekatnya Ilmu tasawuf ini bisa juga disebut dengan Tazkiyah An-nafs ,seperti yang sudah difirmankan Allah s.w.t. :
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran
Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka
sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).
atau bisa disebut dengan nama Al-ihsan atau Ilmu untuk membersihkan hati dan Akhlak
قال القاضي شيخ الإسلام زكريا الأنصاري رحم الله تعالى ( التصوف علم
يعرف به أحوال تزكية النفوس وتصفية الأخلاق وتعمير الظاهر والباطن لنيل
السعادة الأبدية ) هامش الرسالة القشيرية ص7
akan tetapi Kita tidak bisa untuk memisahkan Ilmu ini dari istilah asalnya
“Tasawuf”
, karena Istilah dan nama inilah yang kita temukan di dalam sejarah
,dan lebih dikenal dikalangan manusia dari pada sebutan yang lainya .
Dan merupakan sesuatu yang mengherankan ,bahwa orang-orang yang
menentang ajaran Tasawuf ini adalah mereka yang datang setelah abad ke
enam dari Hijriyah ,adapun orang-orang yang hidup dizaman orang-orang
Ahli Tasawuf yang mendirikanya ,mereka tidak menentang ajaran
tasawuf
,justru mereka menyaksikan dan memastikan bahwa Ahli tasawuf adalah
orang-orang yang berjalan diatas ajaran yang benar ,dan berada didalam
cahaya serta petunjuk Allah s.w.t.
Dr Ahmad Alusy berkata : terkadang sebagian orang bertanya-tanya
tentang sebab tidak munculnya nama atau istilah ini kecuali setelah masa
para Sahabat dan Tabi’in ? maka jawaban dari pertanyaan tsb adalah
,pada masa-masa pertama keislaman ,perkara semacam itu tidaklah
dibutuhkan ,sebab mereka adalah orang-orang yang bertaqwa dan sifat
wara’ yang tinggi ,orang-orang yang dengan sepenuh hati menjalankan
perintah Allah , dan orang-orang yang Ahli Ibadah ,dengan dorongan
keinginan yang murni dan tabia’at dari diri mereka ,dan secara langsung
mereka adalah orang-orang yang mempunyai hubugan dekat dengan Rasulullah
s.a.w. ,mereka adalah orang-orang yang berlomba-lomba untuk mengikuti
Rasulullah s.a.w. didalam keseluruhan kehidupan mereka ,maka tidak
dibutuhkan sesuatu untuk membimbing mereka dalam suatu ilmu ,yang mereka
sudah melaksanakanya dengan pasti ,perumpamaan mereka adalah seperti
perumpamaan orang Arab asli ,yang mengetahui bahasa arab melalui warisan
dari datuk-datuk mereka ,hingga mereka fasih dalam bersajak ,bersyair
,dan membikin kata-kata yang sangat indah ,tanpa mengetahui qaidah di
dalam bahasa arab .
Begitu pula para Sahabat dan Tabi’in ,walaupun mereka tidak menamakan diri mereka sebagai ahli
tasawuf ,mereka adalah orang-orang yang berperilaku layaknya orang
sufi sebenarnya ,walaupun mereka tidak memakai nama
Tasawuf .
Dan tidak ada yang dimaksudkan didalam ilmu Tasawuf kecuali adalah
,kehidupan seseorang untuk Tuhanya ,bukan untuk dirinya ,dan merasakan
kenikmatan hidup dengan Zuhud dan Ibadah ,dan menghadap kepada Allah
dengan ruh dan hatinya ,didalam semua waktu dan
kesempurnaan-kesempurnaan amalan yang baik ,sebagaimana yang dilakukan
oleh para sahabat dan Tabi’in untuk naiknya ruh menuju derajat yang
tinggi dan mulia , maka tidaklah cukup bagi mereka hanya dengan mengakui
keyakinan dan keimanan dan menjalankan kewajiban-kewajiban perintah
Islam ,akan tetapi mereka menyertainya pengakuan iman itu dengan
tadzawuq
(merasakan) serta menemukan keimanan mereka , mereka juga menambahkan
amalan-amalan Ibadah Sunnah yang dianjurkan Rasulullah s.a.w. ,dan
menjauhkan diri dari perkara yang makruh ,terlebih-lebih perkara-perkara
yang Haram ,hingga dengan itu semua mata batin mereka bersinar dan
muncul sumber-sumber hikmah dari hati-hati mereka .Dan begitu pula yang
dilakukan oleh para
Tabi’in ,dan
Tabi’i at-tabi’in
.dan tiga generasi inilah paling bagusnya generasi didlam Islam secara
muthlak , dan kabar itu telah disampaikan oleh Rasulullah s.a.w. di
dalam haditsnya : sebaik-baik masa adalah masaku ini ,lalu masa yang
sesudahnya dan masa yang sesudahnya .
Ketika zaman berkembang ,banyak yang mulai mengenal islam lalu
orang-orang dari berbagai macam tempat mulai memeluk Islam
,bermacam-macam orang yang datang mengenal Islam ,dan seiring
berkembangnya Ilmu islam menjadi luas ,dan terbagi pembahasanya diantara
para Ahli ilmu ,maka setiap ahli ilmu mulai membukukan setiap ilmu
pengetahuan yang mereka dapatkan , dan menyempurnakanya melebihi dari
yang lainya .Lalu muncullah di tahun pertama setelah pembukuan Ilmu
Fiqih setelah ilmu nahwu, Ilmu Tauhid ,Usul Ad-diin ,Ilmu Hadits ,Tafsir
,Mantiq ,Mustholah Al-Hadits ,Ilmu Faraidh dan yang lainya .
Kemudian setelah masa itu ,terjadi pada kebanyakan orang ,pengambilan
ilmu dengan cara rouhaniyah (perasaan hati) mulai berkurang ,dan
kebanyakan manusia saat itu melupakan pentingnya menghadap kepada Allah
dengan jalan Ibadah ,niatan hati serta himmah (semangat) yang tinggi
,seperti apa yang dilakukan oleh orang-orang Ahli Ibadah dan Zuhud dalam
mengamalkan sesuatu yang muncul dari pikiran mereka , untuk membukukan
Ilmu Tasawuf dan menetapkan kemulianya diantara Ilmu-ilmu yang ada ,
tanpa ada keinginan dari mereka untuk melalaikan kelompok yang lain
dalam membukukan ilmu-ilmu mereka ,seperti yang sudah disangkakan oleh
sebahagian orang ,bahkan langkah mereka (ahli tasawuf) adalah untuk
menguatkan dan menyempurnakan keperluan agama dari semua arah yang harus
ditempuh agar saling membantu didalam kebaikan dan taqwa .
Sejarah Munculnya Ilmu Tasawuf
Adapun perjalan sejarah munculnya Ilmu tasawuf ,sebagaimana diketahui
didalam fatwa Al-Imam Al-hafidh as-sayyid Muhammad Sodiq Al-Gumary ,Ia
telah ditanya tentang siapa yang pertama kali mendirikan Ilmu tasawuf ?
apakah dengan wahyu yang turun dari atas langit (samawi) ?
Lalu Ia pun menjawab ,
Adapun yang pertama kali mendirikan thariqah
Ilmu Tasawuf , ketahuilah terlebih dahulu bahwa thariqah ilmu tasawuf
ini telah didirikan melalui wahyu samawi dari bahagian
agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad ,karena tanpa diragukan lagi
kepastianya ,ilmu tasawuf ini merupakan Maqam Al-Ihsan yang merupakan
salah satu rukun agama yang tiga ,yang telah disebutkan oleh nabi s.a.w.
setelah menjelaskan satu persatu tentang masalah agama ,dengan
perkataan Beliau “ini adalah Jibril a.s. yang telah datang pada kalian untuk mengajarkan agama kalian” .dan
yang dimaksudkan adalah Maqam Islam Iman dan Ihsan ,maqam Islam adalah
bentuk Taat dan Ibadah ,maqam Iman adalah Nur (cahaya) hidayah dan
aqidah ,dan maqam Ihsan adalah bentuk muraqabah (pengawasan) dan
muraqabah (penyaksian )…”engkau beribadah kepada Allah seakan-akan
engkau melihatnya ,jika engkau tak mampu melihatnya maka sesungguhnya
Dia (Allah) melihatmu .
Lalu Sayyid Muhammad Sodiq Al-Ghumary berkata didalam tulisanya tsb :
maka sebagaimana disebutkan didlama Hadits ,Agama adalah Ibarat dari
adanya tiga rukun…Islam Iman dan Ihsan .siap yang tidak mempunyai maqam
ini (Ihsan) didalam agamanya ,maka agamanya dipastikan berkurang (tidak
sempurna) ,karena meninggalkan salah satu daripada rukunya . dan puncak
daripada segala cara (thariqah) ,serta tujuanya adalah mencapai maqam
Al-Ihsan setelah penyempurnaan Islam dan Iman . (al-aintishar li thariq
as-shufiyah . hal 6)
Pendapat Ibn Kholdun
Ibnu Kholdun berkata :
وقال ابن خلدون في تعريف التصوف : العكوف على العبادة والانقطاع إلى
الله تعالى والإعراض عن زخرف الدنيا والزهد فيما يقبل علية الجمهور من لذة
ومال وجاه والانفراد عن الخلق في الخلوة للعبادة )مقدمة ابن خلدون دار
القلم ص 467
Fokus didalam Ibadah ,dan memusatkan segala sesuatunya menuju
Allah s.w.t. ,berpaling dari keindahan Dunia dan perhiasanya , berzuhud
atas kelezatan serta ni’mat Duniawi dan jabatan , seperti apa yang
dirasakan oleh kebanyakan manusia ,dan mengasingkan diri dari kesibukan
dengan manusia ,berkholwat untuk memperbanyak Ibadah kepada Allah s.w.t.
Ilmu Tasawuf ini merupakan Ilmu Syari’at yang baru didalam agama
Islam ,dan asal mula dari ilmu mereka (ahli tasawuf) masih berada
didalam jalan salaf As-soleh yang terdahulu dan pada jalan para Sahabat
yang mulia dan Tabi’in ,dan orang-orang setelah mereka yang berada
didalam jalan yang benar dan Hidayah dari Allah .
Dan hal semacam itu sudah menjadi kebiasaan dikalangan para Sahabat
dan Salaf . ketika kecintaan terhadap dunia dan keinginan meraihnya
sudah meluas dihati manusia pada abad ke dua dan stelahya ,hingga mereka
mencampur adukkan dunia dengan agama .maka orang-orang Ahli Ibadah
membentuk kelompok baru yang menamakan dengan Istilah
Sufi atau orang-orang yang menempuh jalan ilmu
Tasawuf . (Muqaddimah Ibn Kholdun…Ilmu at-tasawuf .329)
Cukup kiranya untuk Kita ,Ibarat yang yang terakhir dari perkataan Ibnu Kholdun sebagai dalil ,bahwa munculnya ilmu
tasawuf dan orang-orang
Sufi
disebabkan karena banyaknya manusia yang terbuai pada kehidupan dunia
dan mencampur adukkan dalam kehidupan mereka , pada masa abad ke dua
dari hijriyah .sesungguhnya langkah yang seperti itu telah menarik
orang-orang yang baik kedalam Ibadah yang lebih sempurna ,dalam sebuah
nama yang membedakan mereka dari kebanyakan manusia yang telah
dilalaikan oleh dunia yang fana .
Maka dari tulisan diatas ,telah kita ketahui dengan jelas ,bahwa ilmu
tasawwuf bukanlah suatu ilmu yang baru ,akan tetapi ilmu yang mengambil
dari sejarah kehidupan Rasulullah s.a.w. dan para Sahabat-Sahabat
Beliau yang mulia ,sebagaimana juga Ilmu ini bukanlah Ilmu tidak
menerapkan dan mengambil ajaran Islam ,seperti yang dituduhkan oleh
musuh-musuh islam dari orang-orang orentialis dan para pengikutnya yang
telah memunculkan nama yang baru ,hingga mereka menisbatkan nama tasawuf
kepada pemikiran para pendeta-pendeta dari agama Buda ,Nasrani , serta
para pemuka agama dari Hindu .Hingga mereka mengatakan bahwa ada ilmu
tasawuf dan orang-orang Sufi lain dari agama Hindu ,Nasrani dan Budha
ataupun yang berfaham Persia…
Mereka berkeinginan untuk menjelekkan nama Tasawuf dengan berbagai
cara ,dan menuduh Ilmu tasawuf didalam perkembanganya ,kembali pada
ajaran asal mula ilmu yang kuno (lama) pemikiran bangsa Yunani ,begitu
pula dari pemikiran falsafat yang tersesat . akan tetapi seorang muslim
tidak terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran yang menipu dan menyesatkan
tsb ,dan permasalahan itu menjadi jelas didalam pembahasan yang benar
,maka ilmu tasawuf merupakan bentuk pengamalan didalam Islam .(haqaiq
At-tasawuf hal..19-25)
Pondasi Utama Ilmu Tasawuf
Ilmu tasawuf islam .adalah Ilmu yang sangat mulia kedudukanya ,dan
mempunyai dalil yang kuat ,bahwa ilmu ini adalah Ilmu yang berkembang
dan tumbuh murni dari ajaran islam ,oleh sebab itu ilmu tasawuf adalah
salah satu diantara perantara (wasilah) yang suci untuk mendapatkan
kebehagiaan dunia dan akherat ,ilmu tasawuf adalah obat bagi orang yang
sakit dari penyakit-penyakit hati .dan ajaran yang dapat membersihkan
hati dan mensucikan ruh ,merupakan cerminan dari kehidupan rouhaniyah
islamiyah ,yang mana pondasinya adalah mengisi hati dengan keutamaan dan
kebaikan dan merasakan kenikmata nya ,serta menjauhkan hati dari
sifat-sifat kotor yang hina ,agar Ruh (jiwa) menjadi suci dan menjadi
mulia dengan mengikuti Nabi Muhammad s.a.w. dan para Sahabat Beliau yang
mulia .
Dan tujuan yang paling utama diantara tujuan-tujuan ilmu tasawuf yang lainya adalah lima hal (qaidah) :
1-Kebersihan hati dan menjaganya.
2-Mengharap keridloaan Allah
3-Berpegang teguh dengan sifat orang yang faqir (membutuhkan kepada Allah) dan
menunjukkan kelemahanya.
4-Mengisi dan mengarahkan hati untuk memberikan sifat cinta dan kasih sayang .
5-Menghias diri dengan akhlak yang baik ,sebagaimana yang diperintahkan kepada Nabi
agar menyempurnakanya .lima hal inilah yang menjadi asas utama didalam ilmu Tasawuf,
yang nanti Insyaallah akan kita bicarakan satu demi satu .
Keterangan…
Qaidah yang pertama :
kebersihan hati dan penjagaanya
,maksudnya bahwa siapa saja yang ingin masuk kedalam jalanya orang-orang
Muqarrabin ,untuk menyiapkan jawaban atas pertanyaan dari Allah s.w.t.
,maka hendaklah Dia menhitung amalanya sebelum diperhitung kan oleh
Allah ,dan menimbang amalanya sebelum ditimbang oleh Allah dengan
timbangan akherat ,serta membersihkan hati dan jiwanya dari
kotoran-kotoranya dan sifat was-wasnya Sayyidina Umar berkata :
perhitungkanlah amal kalian sebelum Allah menghisabnya ,dan timbanglah amalan kalian sebelum ditimbang diakherat.
Qaidah yang ke dua :
berharap keridloan Allah ,maksudnya
adalah ,seorang yang menempuh jalan tasawuf ,harus betul-betul berharap
keridloan Allah s.w.t.didalam setiap ucapan dan perilakunya ,mencuci
hatinya dengan “air ikhlas” hanya karena Allah s.w.t. Allah s.w.t.
berfirman :
Artinya :
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang
yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap
keridhaan-Nya”
Artinya :
padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat
kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata)
karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.
Qaidah yang ke tiga :
berpegang teguh dengan sifat kefaqiran (al-faqru), dan menampakkanya dihadapan Allah (Al-iftiqar) ,yang
dimaksudkan adalah tidak mencintai dunia ,menjauhkan diri dari segala
keindahan dan perhiasanya dengan sepenuh hati , dari segala hal yang
dapat menyibukkan dan melalaikanya dari Ibadah kepada Allah ,karena
sesungguhnya sifat faqir adalah bukti dari kelemahan ,yang merupakan
alat untuk pemutus tali antara seorang hamba dan setan , hingga menjadi
menjadi tenang untuk beribadah kepada Allah dengan sebenarnya ,dan
hilangnya sifat kesombongan dan menebarkan perusakan diatas bumi
,perkara inilah yang menyebabkan seseorang naik pada tingkatan
rouhaniyah yang lebih tinggi ,jauh dari sifat kemanusiaan yang buruk dan
kotor .
Adapun
Al-iftiqar ,maksudnya adalah melepaskan diri dari
kehidupan dunia dan semua perhiasanya ,agar sepenuhnya bertaqwa kepada
Allah s.w.t. ,dan mengetahui dengan sebenarnya ,bahwa tidak ada daya
ataupun upaya dan pemberian kecuali dari Allah s.w.t. ,dengan meminta
kemurahan dari Allah s.w.t. melalui Ibadah dan bermunajat .Dan itulah
pencak Ikrar (pengakuan) Ibadah (penghambaan) kepada Allah ,yang
merupakan inti daripada Ilmu Tasawuf dan Akidah Iman .dan Intisari dari
itu semua diIbaratan dalam perkataan “kefaqiran adalah asas (pondasi)
ilmu tasawuf dan kekuatanya ,dan menerapkan
Ilmu tasawuf serta keadaan ahli
tasawuf
dalam kehidupan ,harus dengan kefaqiran ,dan Zuhud terhadap kehidupan
Dunia beserta keindahanya ,dengan arti Dunia hanya ada di tanganya bukan
didalam hatinya ,menjadikan apa yang disisi Allah lebih diharapkan
daripada apa yang Dia miliki .
Disebutkan bahwa As-sahrurdi berkata di dalam kitabnya ,tentang kisah
Dzun nuun Al-misry yang perlu diperhatikan , Dzun Nuun Al-Mishry
berkata :Aku melihat seorang wanita di sebagian desa yang berada
dipinggiran negeri Syam ,Aku bertanya kepadanya : dari mana kamu datang ?
Dia menjawab : lalu Dia menjawab : Aku datang dari kaum yang….
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya .
Lalu Aku berkata kepadanya : Kamu hendak pergi kemana ?
Artinya :
Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah.(An-nuur 37)…disebutkan didalam Kitab Awarif Al-maarif)
Bukankah sangat pantas sekali
jika kita memperhatikan dua
jawaban yang diatas , agar kita mengetahui bagaimana kosongnya hati
mereka (kaum yang soleh) dari kotoran hati dan keburukan nafsu dan
syahwat ,juga Kita ketahui semangat dan ketulusan hati mereka menempuh
jalan menuju Allah ,dan lebih mendahulukan kepentingan Allah (ibadah)
daripada kepentingan mereka ,hingga hati mereka tidak akan tergerak
,kecuali kepada Allah, lepas dan kosong dari ikatan yang diinginkan
jasad ,yang akan merusak dan mengotori kehidupan seorang manusia didalam
Ibadahnya kepada Allah s.w.t.
Qaidah yang ke empat :
memenuhi hati dengan rasa kasih sayang dan cinta
,sudah semestinya bagi seorang Sufi memberikan kecintaan pada setiap
orang muslim,dan memberikan haknya sebagai seorang muslim dengan cara
memuliakan dan menghormati mereka ,jika Aqidah ini sudh kuat didalam
hatinya dan Ia mampu istiqamah mengamalkanya ,maka Allah akan memberikan
cahaya rahmatnya ,dan menjadikan Ia mampu merasakan indahnya keridhaan
yang diberikan oleh Allah ,saat itulah Ia menerima keberuntungan yang
besar atas apa yang diwariskan oleh para Nabi dari sifat cinta dan ridla
,Allah berfirman didalam Alqur’an
:
Artinya : dan tidaklah Aku mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta (Q.S.Al-Anbiya’)
قال سيدنا ابو بكرألصديق رضي الله عنه: (لا تحقر احدا من المسلمين فإن حقير المسلمين عندالله عظيم)
“jangan engkau pandang hina seorangpun dari muslimin ,karena paling rendahnya seorang
muslim ,mulia dimata Allah”
Qaidah yang ke lima : Menghias diri dengan akhlak yang baik ,akhlak yang diperintahkan oleh Allah kepada Rasulullah s.a.w. untuk menyempurnakanya.(Mausuu’ah yusufiyah 18-20)
Dan qaidah yang terakhir inilah yang merupakan inti ajaran dan ruh sesungguhnya bagi perilaku (akhlak) orang-orang
Sufi
.menjadi seorang yang penuh dengan kasih sanyang dan rasa cinta kepada
keluarga ,kerabat dan juga semua masyarakat muslimin ,Allah s.w.t.
berfirman : وقولوا للناس حسنا Dan berkatalah baik kepada setiap
manusia (Q.S.Al-baqarah ).
(Mausuu’ah Yusufiyah.20)
Disebutkan dalam atsar..bahwa sifat orang-orng penghuni surga adalah
orang-orang yang bersifat lembut penuh ,kasih sayang ,dekat dengan hati
semua orang ,dan penduduk neraka adalah orang-orang yang keras hati dan
jauh dari keluarga dan kerabatnya).Dan Allah memperlakukan hambanya
sesuai dengan sifat dan akhlak yang Dia miliki .
Disebutkan didalam hadits Qudsy Allah s.w.t. berfirman :
يابن آدم مرضت فلم تعدني ؟قال يارب كيف اعودك وانت رب
العالمين؟! قال اماعلمت ان عبدي فلان مرض فلم تعده،اماعلمت انك لوعدته
لوجدتني عنده، يابن آدم استطعمتك فلم تطعمني؟ قال يارب كيف اطعمك وانت رب
العالمين؟ استطعمك عبدي فلان فلم تطعمه اما علمت انك لواطعمته لوجدت ذلك
عندي. يابن آدم استسقيتك فلم تسقني ؟ قال يارب كيف اسقيك وانت رب العالمين
؟قال استسقاك عبدي فلان فلم تسقه، اما علمت انك لو سقيته لوجدت ذالك عندي
(اخرجه مسلم في صحيحه)
Artinya : Wahai manusia diriku sakit dan kamu tidak menjengukku ?
Dia berkata ,wahai Allah bagaimana Aku menjengukmu sedangkan Engkau
adalah Tuhan semesta alam ?Allah berkata : tidakkah engkau tahu bahwa
hambaku Fulan sedang sakit ,tapi engkau tidak menjenguknya ,tidakkah
engkau tahu ,jika engkau menhjenguknya maka engkau akan mendapatiku
disisinya (kerelaanku),wahai manusia Aku meminta makan kepadamu ,tetapi
engku tidak memberiku makan ?! Ya Allah ,bagaimana Aku memberimu makan
sedangkan engkau Tuhan semesta alam ? hambaku Fulan meminta makan
darimu ,dan engkau tidak memberinya makan ,tidakkah engkau tahu jika
engkau memberinya makan maka engkau akan mendapati pahalanya disisiku
,wahai manusia Aku meminta minum padamu ,tapi engkau tidak memberiku
minum ! Ya Allah ,bagaimana Aku emberimu minum ,sedangkan engkau Tuhan
semesta alam ?hambaku Fulan meminta minum padamu tapi engkau tidak
memberinya minum ,tidakkah engkau tahu ,jika engkau memberinya minum
,maka engkau akan mendapati pahalanya disisiku (H.R.Muslim)
Itulah Hadits Qudsy yang telah terkumpul didlamnya seluruh Akhlak
yang baik ,dan sifat yang indah diantara manusia ,inilah undang-undang
dan aturan dari Allah ,yang telah diamalkan oleh orang-orang yang mulia
didalam kehidupan Dunia mereka ,siapa pun dari manusia yang mampu hidup
dengan mengamalkan ajaran ini , maka keadaan dan perilakunya selalu
bersama Allah dalam semua keadaan ,maka tidak lagi memperhatikan
siapapun kecuali Allah s.w.t dalam diam dan gerakanya (as-sufiyah wa
at-tasawuf 40-42)
Beginilah akhlak dan cara hidup orang-orang
Sufi penuh dengan
Tawadu’ (rendah hati) dan sopan santun ,walaupun dengan orang yang
membenci mereka ataupun dalam bermuamalah ,semua yang diharapkan hanya
keridlaan Allah s.w.t.
Ditulis oleh: Achmad Sulthan